Thursday, January 24, 2013

Kisah Perempuan Merah Putih & Wali Pohon


Awal tahun 2013, empat pendaki perempuan Indonesia yang tergabung dalam tim "Perempuan Merah Putih" mencoba mencapai puncak tertinggi di Amerika Latin setelah sebelumnya pada waktu yang hampir sama, tim Srikandi Airlangga dari Universitas Airlangga juga belum berhasil mencapai puncak gunung Aconcagua - Argentina. Sementara pendakian Tim “Perempuan Merah Putih” setelah mencapai puncak gunung Bonete, 5.100 meter diatas permukaan laut (mdpl) pada 4 hari berikutnya mencoba mendaki puncak Aconcagua, namun akibat cuaca dan kondisi yang kurang bersahabat pendakian terhenti pada ketinggian 6.500 mdpl dari puncak 6.962 mdpl. 

Tim "Perempuan Merah Putih" merupakan tim pendaki yang kesemua anggotanya terdiri dari perempuan, yang dipimpin oleh Ibu Nungky Irma Nurmala Pratikto. Suatu hal yang membuat tim ini terkesan berbeda dan unik adalah karena tergabung dari berbagai profesi dan bahkan dari ibu-ibu yang sudah berusia diatas 50 tahun namun jiwa dan semangat mereka tidak kalah dengan mereka yang masih muda belia. Tim ini sebelumnya telah berkunjung ke 3 negara, yaitu Rusia untuk mendaki puncak gunung Elbrus (gunung tertinggi di benua Eropa),
 ke Jepang untuk mendaki puncak gunung Fujiyama dan ke Australia untuk mendaki puncak gunung Kosciuszko (gunung tertinggi di benua Australia). Argentina merupakan negara ke-empat yang dikunjungi dalam rangka mendaki puncak Bonete dan puncak Aconcagua. Tim "Perempuan Merah Putih" mendapat dukungan dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga, selain itu sebagai anggota Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri, ibu Nungky juga mendapat support dari rekan-rekannya. 

Mereka berkunjung ke beberapa negara tersebut tentunya dengan tujuan tidak hanya berwisata layaknya turis asing, namun membawa misi dan pesan khusus yang ingin disampaikan khususnya kepada kaum perempuan bahwa kegiatan apapun dapat dilakukan oleh kaum perempuan, termasuk kegiatan olahraga di alam terbuka yaitu mendaki gunung. Kegiatan mendaki gunung merupakan cerminan perjuangan demi tercapainya suatu tujuan meskipun untuk mencapainya sangatlah sulit namun apabila disertai doa kepada Yang Maha Pencipta dan semangat yang pantang menyerah, insya Allah tujuan tersebut bisa tercapai.

Dalam kesempatan acara tatap muka tim "Perempuan Merah Putih" dan masyarakat Indonesia di KBRI,  Ibu Nungky menceritakan kepada kami secara langsung pengalamannya bersama 3 anggotanya, yaitu Ibu Tatty Djachrab, Ratih Adriansyah dan Nisa Fadilatul Rohmah (pendaki termuda diantara mereka) tentang perjalanan pendakian mereka. Ibu Nungky juga menjelaskan salah satu program penghijauan yang bertujuan sangat mulia bernama "Wali Pohon", dimana kita dapat ikut mensukseskan program penghijauan dan turut terlibat langsung dalam usaha perbaikan hutan di Indonesia dengan donasi sebesar Rp 50.000 dan kelipatannya. Donasi tersebut digunakan untuk penanaman dan pemeliharan pohon selama 3 tahun. Uniknya, pendonasi yang disebut sebagai "Wali Pohon" akan menerima nomor sertifikat yang dapat digunakan untuk memantau pohon yang sudah diadopsi melalui website. Karena ditanam di kawasan konservasi, maka pohon tersebut dilindungi oleh undang-undang dan tidak boleh ditebang. Dalam kesempatan yang baik ini, DWP KBRI telah turut berpartisipasi dalam program ini sebagai "Wali Pohon Masigit Kareumbi". Memang hasilnya tidak secara langsung dapat dirasakan oleh kita saat ini, namun akan dirasakan manfaatnya oleh anak cucu kita kelak di masa yang akan datang.

Ibu Nungky telah mengemas kisah tentang pendakiannya dalam bentuk buku dan puisi dimana bukunya sudah terbit di Indonesia. Dalam buku karya beliau  yang berjudul "Perempuan Merah Putih", ada suatu harapan yang patut kita renungkan: "Sejajarkanlah semangat dan cita-cita kita kaum perempuan dengan semangat dan cita-cita pendamping kita yaitu kaum laki-laki, melalui pendidikan, olahraga dan pekerjaan dalam berbagai profesi, serta berbagai kegiatan positif dan bersinergi dalam mewujudkan cita-cita keluarga, yang selanjutnya akan menuju kepada pencapaian cita-cita bangsa, mewujudkan tujuan Pembangunan Millenium".

Kedatangan tim ekspedisi ini tentunya menambah inspirasi dan motivasi bagi kaum perempuan khususnya kami, istri pendamping suami yang sedang bertugas di luar negeri, untuk terus berkarya dan belajar dari mereka tentang keteguhan sikap dan tidak kenal lelah dalam berusaha dan berjuang demi mencapai suatu tujuan yang mulia. Dan juga membuktikan bahwa perempuan dengan segala keterbatasannya bisa melakukan suatu hal yang luar biasa. Jayalah selalu perempuan Indonesia dimanapun kau berada ! (IL)

Wednesday, January 09, 2013

New Baby Born ...26 de diciembre 2012

"Babies are Angels that fly to the earth,
their wings disappear at the time of their birth

one look in their eyes and we’re never the same
They’re part of us now and that part has a name

That part is your heart and a bond that won’t sever
our Babies are Angels, we love them forever."

Segenap Pengurus DWP KBRI Buenos Aires mengucapkan selamat atas kelahiran putra pertama dari

Ibu Sintia Laukon 

Bapak Santiago Gastón Vivas Urrejola

 Semoga putra tercinta, Ryan Joaquín Vivas Laukon, melengkapi kebahagiaan keluarga teriring doa semoga kelak menjadi putra kebanggaan orangtua....




-IL-