Thursday, January 21, 2010

Membawa nama Indonesia di ajang Rally Dakar

Rally Dakar 2010 baru saja selesai, panggung perayaan yang digelar di area Rural pada hari Minggu tanggal 17 Januari yang lalu meninggalkan gegap gempita kegembiraan luar biasa untuk rakyat Argentina. Untuk pertama kali dalam sejarah olahraga otomotif Argentina, 2 (dua) bersaudara Marcos dan Alejandro Patronelli keluar sebagai juara pada salah satu kategori kendaraan yang dilombakan dalam Rally Dakar ini, yaitu Quad, jenis motor dengan roda 4 setelah menempuh jarak sekitar 9000 km. Gubernur Buenos Aires, Daniel Scioli menyatakan dengan bangga bahwa kemenangan Patronelli bersaudara ini merupakan peristiwa bersejarah melengkapi berbagai kejuaraan dalam dunia olahraga yang dicapai Argentina.

Rally Dakar atau Rally Paris-Dakar, dimulai dari Paris ke Dakar di Afrika dan sudah dikenal dunia selama 30 tahun, tetapi sejak setahun yang lalu dengan berbagai alasan antara lain soal keamanan di Afrika, maka dipindah beralih ke wilayah Amerika Latin. Sekarang Rally ini menempuh wilayah Argentina dan Chili, tetapi tetap mempertahankan reputasinya sebagai ajang reli paling ganas di dunia, berhari-hari melewati gurun pasir yang panas, jalanan berbatu dan terjal, jalan berpasir tebal, jalan tanah berdebu, dll. Direncanakan memakan waktu sekitar 17 hari, dimulai secara resmi di panggung besar yang terbentang di tengah kota, di jalan 9 de Julio pada hari Jumat tanggal 1 Januari 2010 disaksikan sekian ribu orang suporter dan anggota keluarga penggemar otomotif. Jenis kendaraan yang ikut Rally Dakar kali ini adalah Mobil, Truk, Quad dan Motor dan dengan mudah dapat dilihat berbagai jenis kendaraan dengan merk yang sudah terkenal di dunia, dibawakan oleh pereli yang sudah punya reputasi dunia juga.

Kasih Hanggoro

Dikenal sebagai penggiat olahraga otomotif Indonesia, dosen Universitas Budi Luhur, sekaligus Ketua Badan Pelaksana Harian Yayasan Budi Luhur. Pengalaman bergelut dengan dunia otomotif punya sejarah panjang. Malang melintang menjadi Wakil Ketua Harley Davidson Owner Group (HOG) membuatnya sudah banyak menjalani berbagai medan di Indonesia, bahkan sampai menjajal ke Malaysia, Kamboja, Thailand, Tibet, Australia, Perancis dan berbagai negara-negara di Eropa.

Sebagai mantan pembalap kelas Retro Touring Car musim 2009, Kasih Hanggoro punya tekad membawa nama Indonesia ke ajang Rally Dakar. Ada keinginan untuk membuktikan pada dunia internasional bahwa Indonesia juga mempunyai pembalap yang bisa ikut ambil bagian pada Rally paling bergengsi di dunia ini.

Belum pernah ada pembalap Indonesia yang ikut dalam Rally Dakar 'Single Seater Car' yaitu mobil bertipe satu tempat duduk. Kasih Hanggoro menggunakan mobil 'McRae' milik tim ProDakar, satu tempat duduk, berarti tanpa navigator, dan akan dipandu oleh GPS. Namun GPS dalam olahraga ini berbeda karena sistem perintahnya berdasarkan angka-angka. Ini berarti dibutuhkan konsentrasi tinggi untuk bisa menjalani perintah dengan benar dan sampai ke tujuan yang sudah ditetapkan. Mobil ini tergolong mobil baru yang dirancang khusus untuk Rally Dakar, dan sebelumnya sudah pernah dicoba di kawasan berpasir di Perancis Selatan. Di pintu mobilnya tertulis angka 360 menunjukkan nomor urut semua mobil dimulai dari 300 sampai 440.

Sebagai satu-satunya orang Indonesia yang ikut bergabung menjadi bagian dari kelompok McRae dari Belanda, di atas panggung Kasih Hanggoro berteriak lantang 'INDONESIA!' sambil mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada acara pelepasan yang diliput sekitar 180 siaran TV dan 300 wartawan yang akan menyiarkan ke seantero dunia.

Lebih dari 20 tahun yang lalu, pada tahun 1989-1990 pernah tercatat pereli Indonesia Tinton Suprapto bersama Dali Sofari dan Richard Hendarmo berpartisipasi pada Rally yang masih disebut Paris-Dakar, namun mereka gagal, sulit untuk bisa menaklukkan lintasan gurun pasir Afrika yang berhawa panas.

Dan sekarang, meski Kasih Hanggoro belum dapat mengikuti Rally sampai selesai, nama Indonesia tercatat satu dari sekian ratus pereli dunia dan membawa pulang kenangan serta pengalaman yang sangat berharga yang diharapkan dapat diaplikasikan pada dunia otomotif di Indonesia kelak.




** Special photo credit ALEJANDRO PAGNI/AFP/Getty Images

Monday, January 18, 2010

Republik Uruguay

Republik Uruguay terletak di benua Amerika Selatan. Terlihat kecil, di bagian selatan Brazil yang sudah terkenal ke seluruh dunia. Di bagian barat berbatas dengan Argentina, di selatannya dengan Rio de la Plata dan di sebelah timur terbentang Samudra Atlantic yang luas.

Negeri kecil ini berbahasa Spanyol, jumlah penduduk sekitar 3,7 juta jiwa menurut sensus tahun 2008. Dikenal dengan pantainya yang cantik di sepanjang kota Montevideo, menjadi tujuan para turis yang datang dari berbagai negara untuk berjemur, menikmati pemandangan laut biru pada setiap musim panas.

Perekonomian Uruguay terus menunjukkan pertumbuhan positif, negara yang sudah merdeka pada tahun 1825 ini dikenal aman dan tenteram, sebagian besar penduduknya adalah keturunan Spanyol, Italia dan suku yang disebut Mestizo, yaitu campuran Spanyol dengan Indian. Tata kota yang apik serta bangunan tua dengan sentuhan arsitek gaya Eropa berpadu dengan indahnya alam, sungguh merupakan daya tarik untuk datang berkunjung ke negeri ini.

Dari Buenos Aires, kalau menggunakan pesawat terbang hanya dibutuhkan waktu sekitar 50 menit, oleh karena itu berkunjung ke Uruguay lebih bisa dinikmati dengan menggunakan "Buquebus", yaitu Kapal Pesiar yang dilengkapi sarana untuk membawa kendaraan/mobil untuk dipakai berkeliling di kota Montevideo.

Dibutuhkan waktu sekitar 3 jam dari Buenos Aires menyeberangi Rio de la Plata, ombaknya tenang, lagi pula di kapal selain tersedia "coffee shop" ada juga toko bebas pajak yang menjual berbagai produk dari berbagai negara layaknya sebuah "mall" kecil, sehingga para penumpang tidak terasa mengisi waktunya sambil berkeliling. Selama musim panas, Buquebus menambah jumlah armadanya yang pulang pergi ke Uruguay untuk memenuhi kebutuhan turis yang berkunjung ke negeri itu.

Hari Sabtu yang cerah, tanggal 9 Januari 2010, Ibu Herawaty Manurung mengajak Ibu Dewi Johni Kabul, Ibu Imaya Yanuar, Sdri. Eva dan Ibu Sainten beranjang sana ke Montevideo. Bapak Waridin sebagai satu-satunya pria yang menjadi pengawal para Ibu menikmati perjalanan ini. Buquebus berangkat dari terminal keberangkatan di Buenos Aires jam 08.00 pagi dan tiba di kota Montevideo jam 11.00 dilanjutkan dengan "city tour" mengunjungi tempat-tempat yang selalu dikunjungi para turis, berkeliling kota dan berfoto ria di tempat yang bersejarah, mengunjungi toko-toko khusus yang menawarkan suvenir atau cenderamata khas Uruguay.

Menikmati wisata satu hari penuh terasa sangat singkat, tidak terasa kami harus meninggalkan pelabuhan kota Montevideo jam 21.00 dan hampir tengah malam kami tiba dengan selamat di rumah masing-masing. Sungguh suatu kunjungan yang sangat berkesan dan akan lama dikenang.

Meski nama Montevideo sebagai ibukota Uruguay terasa asing untuk telinga kita pada awalnya, tetapi di kota ini sekarang ada 30 anak-anak Indonesia yang belajar untuk menjadi pemain bola secara profesional. Dalam sejarah olahraga sepak bola, Uruguay pernah berjaya, menjadi Juara Dunia dan kebesaran nama itu masih dirasakan sampai sekarang ini.





Monday, January 11, 2010

Pertemuan Anggota dan Arisan Januari 2010

Dharma Wanita Persatuan
KBRI Buenos Aires - Argentina
UNDANGAN
Nomor : UND. 01/DWP KBRI BS AS/I/2010


Dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari untuk menghadiri Pertemuan Anggota dan Arisan yang akan diselenggarakan pada:

Hari:Rabu, 13 Januari 2010
Tempat:Ruang Serba Guna KBRI Buenos Aires Lt. III
Jl. Mariscal Ramon Castilla 2901, Buenos Aires
Waktu:Jam 13.00 Bs.As, - selesai
Hari:- Pertemuan Bulanan
- Arisan



Catatan:Untuk yang ikut Arisan diharapkan tidak lupa membawa uang Arisan dan jika berhalangan hadir mohon uang Arisan tersebut agar dapat dititipkan.

Atas perhatian Bapak / Ibu / Saudara / Saudari kami mengucapkan terima kasih.


Buenos Aires, 11 Januari 2010


Ny. Herawaty S. Manurung
Ketua

Monday, January 04, 2010

Kunjungan Bapak dan Ibu Akbar Tanjung

Di penghujung tahun 2009, Bapak Akbar Tanjung dan Ibu menyediakan waktu untuk mengunjungi teman sekaligus kolega beliau yang menjabat sebagai Duta Besar di Chile, Bapak Ibrahim Ambong. Kunjungan ini sudah lama tertunda karena berbagai kesibukan di tanah air, dan tentu saja menjadi lebih lengkap kalau sekaligus berkunjung ke Argentina.

Sebagai mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada era pemerintahan Presiden Soeharto, sekaligus pencinta olahraga sepak bola, nama negara Argentina yang diusung pemain terkenal "Maradona" ke seluruh dunia termasuk dalam angan beliau untuk suatu saat dikunjungi.

Keinginan untuk melihat dari dekat stadium "La Boca" tempat dimana Maradona mengukir prestasinya menjadi tujuan utama untuk kunjungan kali ini. Bapak Akbar Tanjung dan Ibu sangat terkesan melihat secara langsung "Musium Bola", dimana tercatat secara rinci seluruh sejarah perkembangan sepak Bola sejak tahun 1930-an lengkap dengan nama, foto dan prestasi yang dicapai setiap pemain.

Keadaan kota Buenos Aires juga sangat menarik dalam pengamatan Bapak dan Ibu Akbar Tanjung. Kondisi taman yang luas disertai perawatan yang teratur oleh dinas Tata Kota, membuat setiap orang dapat menikmati keindahan pohon-pohon yang tumbuh subur menghijau yang sekaligus berfungsi sebagai paru-paru bagi penduduk kota Buenos Aires.

Keluarga Besar KBRI Buenos Aires mendapat kehormatan, menerima kunjungan Bapak dan Ibu Akbar Tanjung pada tanggal 27 Desember 2009 yang lalu. Hampir semua warga masyarakat Indonesia yang baru pernah bertemu, berkenalan dan sekaligus bisa saling bertukar sapa, merasakan ada hubungan emosional yang dekat dengan mantan ketua DPR yang pernah sangat populer pada zamannya. Suasana makan malam di Wisma Duta terasa hangat seperti layaknya jumpa sobat lama. Popularitas Bapak Akbar Tanjung sebagai salah satu tokoh politik yang sukses dalam karirnya di Pemerintahan menumbuhkan rasa ingin mengenalnya secara langsung.

Pendiri Akbar Tanjung Institute ini, Pascasarjana Doctoral dari Universitas Gajah Mada masih tetap berkiprah dalam dunia politik yang sudah digeluti sejak menjadi mahasiswa di Fakultas Tehnik Universitas Indonesia. Demikian juga pendamping beliau, Ibu Krisnina Akbar Tanjung, selain pernah dikenal sebagai Ketua yayasan Jantung Indonesia, Ibu Nina juga pemerhati yang memiliki kepedulian sangat tinggi untuk melestarikan berbagai budaya di Indonesia. Sebagai putri Solo yang terkenal dengan kekayaan budaya yang perlu tetap dipertahankan, Ibu Nina Tanjung punya komitmen untuk berjuang memajukan para pengrajin batik yang masih perlu mendapat bimbingan.

Untuk Ibu Nina Tanjung, negara Argentina tidak bisa dilepaskan dari peran Evita Peron, seorang wanita yang memiliki ambisi untuk berjuang mencapai kemajuan pada zaman itu dan berusaha untuk berdiri sejajar dengan kamu pria. Peran Evita Peron memang banyak memberi inspirasi bagi kaum wanita, dan Ibu Akbar Tanjung sangat tertarik untuk berkunjung melihat musium yang bisa memberi gambaran kehidupan Evita Peron di masa perjuangannya. Kunjungan ke "Museo Evita Peron" di Calle Lafinur memberi gambaran lebih jelas lagi bagaimana sosok Evita Peron yang menjadi lagenda bagi perjuangan wanita pada umumnya.

Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui, demikian kata pepatah. Bapak dan Ibu Akbar Tanjung yang sudah terbang begitu jauh meninggalkan tanah air melengkapi kunjungannya melihat dari dekat Air Terjun Cataratas, Iguazu. Sebagai salah satu keajaiban dunia, Air Terjun yang terletak di perbatasan 3 negara, Argentina, Brazil dan Paraguay ini mengundang decak kagum, betapa dahsyatnya karya Sang Pencipta.








Thursday, December 31, 2009

Selamat Tahun Baru 2010



Segenap pengurus Dharma Wanita Persatuan KBRI Buenos Aires
mengucapkan

"SELAMAT TAHUN BARU 2010"

Semoga di tahun baru ini lebih baik daripada tahun sebelumnya.

Wednesday, December 30, 2009

Ucapan Belasungkawa



Ketua DWP KBRI Buenos Aires Ibu Herawaty S. Manurung beserta seluruh Pengurus DWP mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya mantan Presiden Republik Indonesia Ke-4, Bapak Abdurrahman Wahid pada Rabu, 30 Desember 2009.

Semoga amal bakti beliau diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.

Sunday, December 27, 2009

Wisma Duta menyambut Natal

Bulan Desember tahun 2009 dirasakan sangat istimewa, khususnya bagi penghuni Wisma Duta, Bapak Duta Besar RI SZ Manurung beserta keluarga, karena dengan berjalannya waktu, Perayaan Natal yang diselenggarakan di Wisma Duta tahun ini merupakan tanda hampir berakhirnya masa tugas di lingkungan KBRI Buenos Aires.

Puji dan Syukur ke Hadirat Yang Maha Kuasa, dalam masa tugas tiga tahun di Argentina, semua berjalan dalam lindungan-Nya, sehingga sudah selayaknya untuk menikmati karunia dan rahmat-Nya bersama dengan teman-teman tercinta, baik keluarga besar KBRI Buenos Aires dan juga teman-teman Argentina yang sudah mengisi kehidupan selama berada di negeri ini.

Tema yang senantiasa bergema dalam Natal, 'Damai di Bumi' tetap relevan untuk diaplikasikan dalam berbagai situasi, khususnya di mana sebagai kelompok yang selalu saling berhubungan tidak dipungkiri bisa terjadi salah paham, rasa tersinggung, bahkan muncul rasa marah. Dan pada kesempatan perayaan Natal 2009 di Wisma Duta kali ini, Keluarga Bapak Dubes SZ Manurung membuka hati dengan lebar, menerima dengan ikhlas kalau ada kekurangan dan mohon maaf dengan tulus, agar benar-benar tercipta 'Damai' di antara kita semua.

Ibu Herawaty Manurung dengan sukacita menyajikan hidangan khas natal 'Panggang Kalkun' beserta pelengkapnya, 'Mie Bakso Mariscal', salah satu favorit yang sering ditunggu-tunggu dan juga Nasi Putih dengan aneka lauk pauk dengan bumbu khas Indonesia yang justru sangat diminati teman-teman Argentina.

Tidak lupa 'Pan Dulce' yang dibanggakan oleh orang Argentina sebagai Kue/Roti yang punya rasa istimewa, mengingatkan pada suasana natal yang selalu manis dan berseri. Gending tradisional membawakan lagu-lagu natal dipasang sayup-sayup mengiringi suasana makan siang yang penuh rasa kekeluargaan, seperti yang diutarakan oleh Bapak Dubes SZ Manurung dalam kata sambutannya,
'Ini adalah rumah kita dan kita bersama merayakan suatu hari istimewa bagi umat Kristiani tetapi sekaligus kita mencerminkan suatu kehidupan yang penuh toleransi dalam berbagai perbedaan yang menunjukkan kekayaan budaya kita, digambarkan sebagai pluralisme dalam kondisi yang saling melengkapi.'

Mewakili sekitar 30 orang biarawan/biarawati yang bertugas tersebar di berbagai propinsi Argentina, hadir 4 orang biarawati, yaitu Sr. Martina Onlet, Sr. Floriana Boi Duli, Sr. Laura Benerek dan Sr. Stefani. Mereka tentu saja sangat kangen untuk bisa menikmati suasana natal dengan saudara/i sebangsa dan setanah air, dilengkapi dengan makanan Indonesia yang jarang ditemukan dalam lingkungan kerja dan kehidupannya sehari-hari.

Masyarakat yang hadir menjadi semakin semarak, berkenalan dengan Bapak Hanggoro yang berada di Buenos Aires dalam rangka ikut berpartisipasi dalam Kompetisi Rally Mobil 'Dakar 2010'. Ini merupakan tahun ke-2 diselenggarakan di Argentina, mengulangi sukses setahun yang lalu setelah dirasakan bahwa Argentina dan Chili bisa menjadi populer seperti Paris Dakar karena memenuhi persyaratan dan keamanan sesuai dengan standar internasional.

Suasana makan bersama, berbagi cerita diantara semua yang hadir menjadi bagian yang paling berkesan. Prof. Maria Teresa, seorang sahabat yang selalu hadir dengan gembira, siang ini membawa rombongan besar terdiri dari anak-anaknya yang sudah remaja dan menantunya, karena suaminya Dr. Delmas tidak bisa hadir, sebagai dokter ahli bedah yang kebetulan sudah ada janji untuk melaksanakan operasi siang hari itu.

Hampir menjelang sore, matahari musim panas masih benderang, sebelum berpamitan, banyak yang ingin berfoto bersama dengan latar belakang Pohon Natal, sebagai tanda membawa pulang kenangan ber natal di wisma duta yang akan juga senantiasa berada dalam hati sebagai kenangan manis di Buenos Aires.









Tuesday, December 22, 2009

Makna Hari Ibu dan HUT DWP ke-10

Hari Ibu adalah hari kebangkitan perempuan Indonesia serta merupakan persatuan dan kesatuan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa. Kaum perempuan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna hasil pembangunan, namun juga ikut berperan melaksanakan dan berpartisipasi di segenap aspek pembangunan nasional. Peran politik berarti ikut serta dalam proses pengambilan keputusan dalam upaya membentuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Perempuan mempunyai posisi yang lebih dekat dengan keluarga dan telah menggunakan sebagian besar waktunya untuk keluarga, anak dan orang tua. Oleh karena itu kebutuhan spesifik kaum perempuan akan lebih terdukung apabila perempuan memperoleh akses, dan manfaat dapat berpartisipasi serta melakukan kontrol di segenap aspek pembangunan nasional.

Perempuan memiliki hak asasi yang sama dan integral dengan hak asasi manusia. Oleh karena itu perlu dipelihara kodrat, harkat dan martabatnya sebagai Ibu Bangsa yang berhasil membina keluarga yang harmonis dan sejahtera. Perjuangan perempuan agar bebas dari kekerasan, diwujudkan dalam bentuk kesetaraan dan keadilan dalam segenap aspek kehidupan. Hal ini perlu diupayakan setiap waktu. Kelanjutan perjuangan persatuan kaum perempuan Indonesia selalu diperingati pada setiap tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.

Di KBRI Buenos Aires, Perayaan Hari Ibu dilaksanakan bersamaan dengan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-10, sebagai satu-satunya wadah kegiatan yang didirikan oleh Korpri Pusat maka organisasi Dharma Wanita Persatuan bertujuan untuk mendukung kegiatan pegawai Republik Indonesia dalam mengabdi sebagai aparat pemerintah.

Tantangan dan Peluang ke depan

Dharma Wanita Persatuan mempunyai struktur dan tatanan organisasi yang sederhana, ada rencana kerja yang menjadi pedoman bagi seluruh jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan dalam menyusun program kerja setiap tahun, namun demikian setiap unsur pelaksana dan unit kerjanya dapat menentukan sendiri kegiatan yang diperlukan disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.

Titik perhatian utama ialah mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. Diperlukan analisis yang tajam, kearah mana harus berjalan maju ke depan. Aspek positif yang dimiliki organisasi Dharma Wanita Persatuan adalah networking organisasi yang luas menyebar merata ke seluruh pelosok Indonesia, bahkan keluar negeri, ke setiap perwakilan/KBRI di seluruh dunia.

Tenaga, pikiran serta daya upaya agar diarahkan untuk mendapat hasil kerja yang optimal, dengan mengubah pola pikir di tengah bergulirnya proses demokrasi dan penegakan hak asasi manusia. Bidang Pendidikan diharapkan dapat menciptakan ruang untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya secara menyeluruh. Bidang ekonomi diarahkan pada pemberdayaan anggota untuk dapat mengelola usaha yang sesuai dengan lingkungan keberadaan organisasi. Bidang Sosial Budaya diarahkan untuk dapat ikut berperan menangani masalah sosial budaya yang terjadi di tengah masyarakat serta meningkatkan pengetahuan tentang perkembangan sosial budaya.

Perlu diberikan kesadaran akan hak yang harus dimiliki anggota secara meluas, terutama untuk
  1. Meningkatkan kualitas hidup anggota dan keluarganya
  2. Meningkatkan ketahanan keluarga yang dapat mendorong terciptanya citra PNS yang terpuji
  3. Meningkatkan peran menjadi bagian dari penggerakan pemberdayaan perempuan
Upacara di KBRI Buenos Aires menjadi lebih semarak karena dua peristiwa penting dalam kehidupan kaum Ibu/DWP menjadi satu, tidak terpisahkan. Disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat serta diselaraskan dengan program kegiatan-kegiatan di KBRI Buenos Aires, maka dipilih Hari Senin tanggal 21 Desember untuk merayakan dua peristiwa penting ini.

Di samping acara resmi yang dijalankan sesuai dengan petunjuk dari Pusat, Ketua DWP KBRI Buenos Aires, Ibu Herawaty Manurung berkenan menyampaikan Tanda Penghargaan sekaligus Ucapan Terima Kasih kepada Bapak Tatang Sukroni yang banyak membantu keberlangsungan dwpbuenosaires.blogspot.com yang menjadi kebanggaan bersama.

Duta Besar RI di Buenos Aires, Bapak SZ Manurung, yang membacakan Pidato Menteri Pemberdayaan Perempuan, juga menambahkan pesan dan kesan terhadap keberadaan organisasi DWP yang selalu menjadi mitra sejajar KBRI dalam mengemban tugas-tugas di perwakilan. Untuk itu, sebagai tanda cinta kepada para Ibu disampaikan karangan bunga yang cantik dan berseri. Semua wajah tersenyum ceria menyambut indahnya bunga-bunga yang diberikan kepada Ibu Herawaty Manurung, Ibu Dewi Johni Kabul, Ibu Imaya Yanuar, Ibu Joevi, Ibu Sri Lestari, Ibu Dewi Dhana, Ibu Desih Kris, Ibu Mirta, mewakili semua ibu yang hadir siang hari itu.

Upacara pembagian hadiah juga ditunggu-tunggu oleh hadirin. Menyambut HUT Korpri ahir bulan November yang lalu, diselenggarakan Pertandingan Bowling.

Pemenang Kelompok Pria
  • Juara 1 Bapak Yanuar
  • Juara 2 Bapak Daryana
  • Juara 3 Bapak SZ Manurung

Kelompok Pemenang Perempuan
  • Juara 1 Sdri. Ratna
  • Juara 2 Ibu Dewi Daryana
  • Juara 3 Ibu Herawaty Manurung

Tradisi Nasi Tumpeng sebagai ungkapan syukur untuk semua yang dirayakan pada kesempatan ini, menjadi penutup acara yang dilanjutkan dengan makan siang bersama dan ramah tamah. Bapak Duta Besar SZ Manurung berkenan memotong tumpeng secara simbolis dan menyampaikan untuk Ibu-ibu, dan juga salah seorang Pastor yang kebetulan hadir. Pastor David Adel Mau kebetulan datang berkunjung ke Buenos Aires dari Misiones, tempatnya berkarya dalam 10 tahun terakhir ini. Sekitar 6 bulan yang lalu Pastor Adel Mau menjalani operasi transplantasi ginjal dan sekarang setelah melewati masa-masa kritis, beliau dapat hidup sehat, melupakan kenangan menjalani proses cuci darah seminggu 3x dalam kurun waktu 5 tahun kehidupannya, sungguh suatu mujisat besar dialaminya. Sebagai tamu istimewa yang datang dari jauh, Pastor David juga mendapat potongan tumpeng yang disampaikan oleh Bapak Dubes SZ Manurung mewakili perasaan gembira seluruh masyarakat Indonesia di lingkungan KBRI Buenos Aires.