Wednesday, April 18, 2012
Celebración de la Pascua, 8 April 2012
Hari Minggu pagi yang cerah, tepatnya pada tanggal 8 April 2012, suasana Wisma Duta KBRI dimeriahkan oleh canda tawa putra-putri staff KBRI dari usia 1 tahun sampai dengan 12 tahun. Anak-anak begitu antusias menghadiri acara Paskah yang diadakan rutin tiap tahun di Wisma Duta yang diprakarsai oleh Ibu Duta Besar RI Nurmala Kartini Sjahrir. Disamping keluarga Homestaff dan Localstaff hadir pula para suster dan padre (pendeta) juga bapak-bapak ABK. Skema acara Paskah tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya yaitu acara lomba khusus anak-anak dilanjutkan dengan acara ramah tamah, makan siang bersama seluruh masyarakat Indonesia di Buenos Aires.
Dua macam lomba yang dipandu langsung oleh ibu-ibu Pengurus DWP diantaranya adalah lomba menghias telor dan lomba mencari telor sebanyak-banyaknya. Sebanyak 6 paket hadiah lomba dan 20 paket goodybags yang menarik sudah dipersiapkan untuk acara ini. Selama berlangsungnya lomba, para orang dewasa dan orangtua bahkan ibu Duta turut berpartisipasi menyemangati dan mencari telor-telor tersembunyi bagi anak-anak peserta lomba. Semuanya terlibat dalam suasana yang penuh keceriaan, tidak hanya anak-anak yang happy tapi juga para orang dewasa.
Sebagai penutup acara dilanjutkan dengan acara ramah tamah yaitu makan siang bersama. Hidangan berupa bihun goreng, chicken nuggets, torta, makanan kecil dan es krim telah disediakan khusus untuk anak-anak, sedangkan hindangan untuk orang dewasa telah disiapkan tersendiri di lantai atas.
Puji Syukur acara hari itu berjalan lancar, terbukti dari kebahagiaan yang terpancar dari semua wajah yang hadir. Kebahagiaan anak-anak adalah kebahagiaan orangtua jua. (-IL-)
Selamat Datang Bp Didik Trimardjono beserta keluarga
Dharma Wanita Persatuan KBRI Buenos Aires Mengucapkan Selamat Datang kepada Bp Didik Trimardjono beserta Ibu Ilin Trimardjono dan Selamat Bergabung di Keluarga Besar KBRI Buenos Aires.
Di Balik Layar Penyusunan Buku Resep
Satu lagi program kerja yang patut dibanggakan, penyusunan sebuah buku resep khas Nusantara. Tujuan dari penerbitan buku ini memang tak lain dari melaksanakan fungsi organisasi Dharma Wanita Persatuan yang berada di luar negri untuk turut berkiprah dalam membangun bangsa, salah satunya dengan memperkenalkan dan mempromosikan kuliner Indonesia di kancah internasional.
Buku ini direncanakan akan memuat 30 – 40 resep yang terdiri dari lauk pauk, jajanan pasar dan minuman tradisional. Juga disertakan penjelasan mengenai budaya masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi nasi putih, kerupuk, kecap manis dan juga tempe. Resepnya sendiri akan diterjemahkan kedalam 2 bahasa, yaitu Inggris dan Spanyol.
Seluruh resep dimasak langsung oleh ibu-ibu DWP yaitu Ibu Ira Budhi Prihantoro, Ibu Imaya Yanuar Nasrun dan Ibu Fifi Feddy Fachrurodzi. Fotografer-nya pun kami menggunakan jasa profesional sehingga hasil fotonya insya allah akan sangat baik.
Saat ini proses penyelesaian buku masih berlangsung dan rencananya penerbitan buku ini dapat selesai di tahun ini. Mohon doa restunya semoga niat kami menyiarkan kuliner Indonesia dapat berjalan dengan baik dan membanggakan.[-IR-]
Sunday, February 12, 2012
Mini Koperasi "Jazmin"
Memulai program kerja di tahun 2012, DWP KBRI membuat gebrakan baru dengan membuka sebuah Mini Koperasi . Dikatakan ‘Mini’ karena persediaan variasi dan kuantitas barang yang dijual masih terbatas dan tidak dalam skala besar, tetapi bukan berarti yang dijual tidak istimewa, sebut saja yang paling diminati adalah Indomie goreng, lalu teh botol Sosro, kecap manis, sambal pecel, emping, ikan teri, kemiri, kencur, daun salam, bumbu instan, dsb. Selain bahan pangan, juga dapat dibeli obat-obatan Indonesia seperti Panadol, Feminax, Minyak Tawon, Minyak Kapak, Salonpas, dsb.
Tidak disangka, ternyata sambutan dari para home staff dan local staff sangat baik. Koperasi yang dibuka setiap hari Selasa pukul 14.00 – 16.00 ini langsung diserbu pembeli pada hari pertama dibuka. Dengan harga yang bersahabat, masyarakat Indonesia juga antusias mendatangi Koperasi, dan menyatakan kegembiraannya dapat memiliki bahan-bahan Indonesia yang selama ini tidak dijual dimanapun di Argentina. Tidak hanya menjual bahan pangan dan obat-obatan, Koperasi ini juga menawarkan panganan jadi berupa cemilan ringan seperti martabak asin, risol, dsb.
Koperasi ini dinamakan “Jazmin” (yang artinya bunga melati), karena memang Koperasi ini masih berskala kecil, namun didirikan dengan niat yang tulus untuk membantu masyarakat Indonesia melepas kangen akan masakan dengan bahan dasar asli dari Indonesia. Semoga Koperasi ini berguna dan dapat mempererat tali silaturahmi warga Indonesia di Argentina. [-IR-]
Wednesday, January 18, 2012
Kunjungan Bapak Hartarto Sastrosoenarto dan Ibu ke Buenos Aires
Pada tanggal 9-15 Januari 2012, KBRI kedatangan sepasang tamu yaitu Bapak Hartarto Sastrosoenarto beserta Ibu. Beliau berdua adalah tamu pertama dari Indonesia yang berkunjung ke Buenos Aires di awal tahun 2012 ini. Pagi hari pukul 11.00 Ws, Duta Besar RI berkesempatan menyambut kedatangan beliau di Bandara Internasional Ezzeiza. Bapak Hartarto Sastrosoenarto adalah mantan Menteri Perindustrian pada Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993) dan Menteri Koordinator bidang Produksi dan Distribusi (Menko Prodis) pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998) dan Menteri Koordinator Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara (Menko Wasbangpan) pada Kabinet Pembangunan VII (1998-1999). Saat ini bapak Hartarto aktif menulis buku, diantaranya buku yang sudah terbit berjudul “Menuju Visi Indonesia 2030”, dan kedatangan beliau kesini juga dalam rangka menulis buku terbarunya yang berhubungan dengan Amerika Latin.
Bapak Hartarto yang lahir di Solo, Jawa Tengah, 30 Mei 1932 masih tampak begitu gagah dan berwibawa. Terlihat sekali semangat hidupnya begitu tinggi meskipun di usianya yang akan meginjak 80 di tahun ini, tapi masih sanggup menempuh perjalanan yang sangat jauh. Beliau datang langsung dari San Fransisco menuju Buenos Aires. Begitu pula Ibu Hartarto yang usianya tidak jauh berbeda dengan bapak Hartarto. Selama berada di Buenos Aires, beliau sangat menikmati kota Buenos Aires nan cantik dan berkesempatan menonton pertunjukan Tango. Duta Besar RI juga beberapa kali mengajak makan siang bersama sekedar mencicipi steak Argentina yang konon terkenal lezat di seluruh dunia. Disamping itu Duta Besar RI juga menjamu beliau berdua untuk makan siang di Wisma Duta sehari sebelum meninggalkan Buenos Aires.
Minggu, 15 Januari, bapak dan ibu Hartarto akan segera meninggalkan Buenos Aires untuk melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju Chile, Brazil dan Spanyol. (-IL-)
Wednesday, January 11, 2012
Acara "Four in One" di KBRI
Pada tanggal 22 Desember 2011, bertepatan pada peringatan Hari Ibu, dilaksanakan 3 upacara sekaligus yaitu Upacara HUT DWP ke-12, HUT KORPRI ke-40, Hari Ibu ke-83 dan juga acara pertemuan anggota (arisan) bulan Desember 2011. Meskipun dilaksanakan pada saat yang bersamaan, namun upacara tetap berlangsung khidmat dan sederhana di Aula KBRI. Selepas upacara, acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Duta Besar RI merangkap Penasihat DWP KBRI Ibu Nurmala Kartini Sjahrir. Potongan tumpeng diserahkan kepada : Fungsi Ekonomi I, Ketua DWP KBRI, staff BPKRT, seorang anak buah kapal dan seorang WNI yang memiliki bisnis di Buenos Aires.
Ada yang berbeda dalam peringatan HUT DWP kali ini, yaitu pemotongan kue ulang tahun oleh Pengurus bersama Penasihat DWP KBRI. Potongan kue pertama diserahkan Ketua DWP kepada Ibu Penasihat DWP sebagai rasa terima kasih atas bimbingan dan arahan dari Penasihat selama ini dan potongan kedua diserahkan kepada seorang putri dari Home Staff KBRI, yang telah banyak memberikan bantuannya dalam beberapa kegiatan DWP. Berhubung tahun ini peringatan HUT DWP tidak mengadakan perlombaan dikarenakan padatnya acara sejak bulan November dalam rangka PTI sampai dengan persiapan Bazaar Navideno pertengahan Desember, maka tahun ini DWP hanya mengadakan acara doorprize sekedar untuk memeriahkan acara. Sebanyak 12 jenis barang disediakan sebagai hadiah doorprize sebagai simbol usia DWP yang menginjak usia ke-12. Acara pembagian doorprize ini menarik karena hadiahnya pun cukup menarik. Yang terpenting adalah semangat kekeluargaan yang tercipta diantara seluruh warga KBRI Buenos Aires.
Semoga di Hari Ibu dan HUT DWP ini peran wanita sebagai pendamping suami dan mitra sejajar dinas di negara perwakilan semakin maju namun tidak melupakan kodratnya sebagai seorang wanita pada umumnya dan kodrat sebagai ibu pada khususnya.
Dirgahayu Dharma Wanita Persatuan ke-12 dan Selamat Hari Ibu ke-83 ! (-IL-)
Sunday, December 25, 2011
Bazar Navideño 2011
Mas grande, mas variedad y mucho mas completa....un exito total! (lebih besar, lebih banyak variasi dan lebih lengkap....sebuah kesuksesan besar!)
Setidaknya itulah yang dirasakan semua pendukung acara Bazaar Navideño yang diselenggarakan di Wisma Duta pada tanggal 13 Desember 2011 yang lalu. Selain menyebar undangan dan pamflet yang bergambar produk-produk yang akan dijual, strategi jitu untuk menarik minat pengunjung adalah dengan menerbitkan kupon untuk ditukar dengan souvenir dengan gratis.
Bazaar Navideño diadakan rutin setiap tahun di bulan November atau Desember. Selain menjual barang-barang kerajinan, produk kecantikan dan asesoris juga menjual produk Indonesia lainnya seperti tas, kain, sprei dan baju yang kesemuanya dari bahan batik. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya kami memiliki rekan dagang yang senantiasa turut meramaikan bursa bazaar yaitu Gabriela dan Barbara Mintz. Keduanya adalah pengusaha yang menjual produk-produk Indonesia. Konsep yang diusung hampir sama dengan tahun lalu yaitu dengan membuat mini café yang menawarkan berbagai macam jajanan pasar seperti lapis legit, lapis surabaya, dadar gulung, risoles dan lemper. Sedangkan makanan khas nya berupa nasi goreng dan nasi kuning. Tidak lupa untuk menyegarkan siang hari itu kami juga menawarkan minuman segar es sarang burung. Harganya juga sengaja tidak mahal dan malah sangat murah, membuat seluruh stok panganan habis terjual. Hal yang istimewa dari bazaar ini adalah kami juga mempromosikan baju koleksi perancang muda Indonesia, Oscar Lawalata.
Pengurus DWP sempat diberikan ‘tantangan’ oleh Ibu Kartini Nurmala Sjahrir, Duta Besar sekaligus Penasihat DWP KBRI, untuk mengadakan bazaar yang lebih baik, lebih besar dan lebih banyak pengunjung daripada tahun sebelumnya. Benar saja, dari jumlah variasi produk, jumlah jajanan pasar yang dijual, jumlah pengunjung serta hasil penjualan barang, bazaar tahun ini mengalami peningkatan hampir tiga kali lipat dibanding tahun 2010. Tampaknya kegigihan para pengurus DWP dalam mempromosikan dan menarik minat pengunjung membuahkan hasil yang diluar dugaan....exito total ! Para pengunjung terlihat sangat senang dengan variasi dagangan yang dijual, terlebih dengan harga yang murah, dan dengan antusias meminta diundang lagi jika kami mengadakan acara serupa tahun berikutnya. Bazaar yang dibuka sejak pukul sebelas pagi akhirnya ditutup pada pukul delapan malam. Meskipun letih namun terbayar dengan rasa bahagia karena bazaar kali ini telah terseleggara dengan sukses. (-MY-)

























