Monday, April 07, 2014

Field Visit to Club Atlético River Plate

Menetap untuk beberapa tahun lamanya di negara yang tersohor dengan dunia sepak bola rasanya sangatlah disayangkan jika melewatkan kesempatan berkunjung ke stadion klub sepak bola yang ada di Buenos Aires. Sebut saja Diego Maradona dan Lionel Messi adalah dua pentolan Argentina yang sudah tidak asing lagi di dunia persepakbolaan Internasional. Maka pada hari Sabtu tanggal 22 Maret 2014 yang lalu, beberapa staff dan keluarga KBRI Buenos Aires melakukan field visit ke salah satu stadion klub bergengsi di Argentina bernama Estadio Antonio V. Liberti bersama dengan komunitas ASEAN. 
Acara field visit ini dikemas dalam program yang diselenggarakan oleh komunitas ASEAN di Buenos Aires, yang dikoordinir oleh Kedubes Thailand. Sehingga acara ini menjadi  cukup spesial karena diikuti oleh beberapa Dubes ASEAN beserta semua staff dan keluarganya. Tidak hanya sekedar berkunjung tetapi juga menjalin silaturahmi diantara sesama warga ASEAN. Pagi yang cerah tepat pukul 11 waktu setempat kami memulai tour keliling dipandu oleh seorang tour guide lokal. Hadir pada kesempatan itu adalah Dubes Thailand, Dubes Myanmar, perwakilan dari Malaysia, Filipina dan juga Indonesia. Sehubungan pada saat itu Dubes RI, Ibu Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir berhalangan hadir, maka dari pihak Indonesia diwakilkan oleh Bapak Budhi Prihantoro (Sekretaris Pertama KBRI). Sebelum memulai tour kami berkumpul di aula depan museum untuk pemberian plakat dari direktur stadion kepada Dubes Thailand, dan juga pemberian cinderamata kepada masing-masing perwakilan negara ASEAN dilanjutkan foto bersama.  Kemudian tour dimulai. Pertama-tama, rombongan seolah-olah dibawa ke dalam suatu lorong waktu dimana terdapat beberapa ruang kecil yang merepresentasikan sejarah dari tahun ke tahun klub River Plate mengikuti kejuaraan. Dalam ruang-ruang tersebut terdapat banyak foto para pemain  River Plate dan agenda pertandingan dari masa ke masa. Selanjutnya kami di bawa ke ruang penonton VVIP, Salon de Honor DR. Leopoldo Bard. Ruang penonton VVIP tersebut diperuntukkan oleh para pejabat atau tamu penting yang ingin hadir menyaksikan pertandingan sepak bola. Di ruang lainnya kami diajak melihat-lihat semua piala dan trophy kejuaraan yang pernah diraih oleh klub ini. Tour dilanjutkan, kami diajak oleh sang tour guide untuk turun ke lapangan melihat langsung megahnya lapangan dengan rumput hijau yang segar. Memasuki lapangan sepak bola berukuran seluas 105 x 68 m2 itu, imajinasi kami membayangkan suasana membahana dan gegap gempita penonton yang menyaksikan pertandingan. Apalagi stadion ini pernah digunakan sebagai ajang Piala Dunia FIFA 1978.
Stadion yang dahulu biasa disebut Estadio El Monumental adalah stadion terbesar di Argentina dan terbesar ke sembilan di benua Amerika, berkapasitas maksimum 74.624 penonton, dibangun di atas tanah reklamasi dari sungai Rio de la Plata. Stadion ini merupakan stadion milik salah satu klub bergengsi Argentina, River Plate, yang beralamat di Av. Pres. Figueroa Alcorta 7597, Buenos Aires dan resmi dibuka pada tahun 1938di bawah arahan arsitek José Aslan dan Héctor Ezcurra. Selain stadion sepak bola, bangunan ini memiliki museum yang berisi berbagai informasi, piagam, patung dan diorama terkait dengan sepak terjang klub River Plate hingga saat ini. Bahkan ada juga toko yang menjual merchandise bernuansa klub River Plate seperti kaos sepak bola, topi, sepatu dan berbagai souvenir lainnya.
Mengulas sedikit tentang Club Atlético River Plate  umumnya dikenal sebagai  River Plate atau hanya disebut  River. Club ini didirikan pada 25 Mei 1901 di lingkungan La Boca dan merupakan merger dari klub Santa Rosa dan La Rosales , yang kemudian memutuskan untuk merubah namanya menjadi  River Plate, ketika bermain di Divisi Primera Argentina. Selama bertahun-tahun klub tumbuh dalam popularitas dan harus pindah pada tahun 1938 ke lingkungan Belgrano, utara kota Buenos Aires, meskipun lokasi klub bermarkas di Nuñez. Klub ini merupakan klub olah raga yang mempunyai disiplin yang paling menonjol. Sebagai tandingan dari tetangganya, club Boca Juniors yang kemudian menjadi rival abadi hingga sekarang. Duel mereka biasa disebut Superclasico. Setiap kali mereka bertemu suasana kerusuhan selalu menyelimuti , nyaris tidak ada perdamaian diantara kedua tim ini. River mulai terkenal pada era 1940-an. Antara 1952 - 1957, River menjuarai lima dari enam liga sebelum berhenti menyandang gelar selama 18 tahun berikutnya dan kembali mengalami puncak kejayaan pada tahun 1975. Tahun 1986, River menjuarai Copa Libertadors untuk pertama kali kemudian pada tahun 1999, River dinobatkan sebagai salah satu klub terbaik Argentina abad ke-20 oleh FIFA, karena lebih banyak menjuarai gelar liga Argentina ketimbang  club Boca Juniors dan club Independiente (sumber: wikipedia).
Acara field visit berakhir sekitar pukul 14 waktu setempat. Sebelum kembali ke rumah masing-masing, kami berkesempatan berfoto bersama dengan para Dubes dan komunitas ASEAN. Sungguh suatu hari yang menyenangkan bisa berkunjung ke salah satu tempat yang cukup bergengsi bersama-sama keluarga besar ASEAN di Buenos Aires. (IL)

Berfoto sejenak di depan Museum River Plate
Para pemain andalan River Plate dari masa ke masa
Lawan-lawan River Plate thn 1979
Merchandise River Plate

Berfoto di depan piala dan trophy yang pernah diraih River Plate
Dubes Thailand, Dubes Myanmar berfoto bersama komunitas ASEAN 
Perubahan kostum River Plate dari masa ke masa
Salon de Honor DR. Leopoldo Bard (ruang penonton VVIP)
Berfoto bersama di lapangan 
Direktur Club menyerahkan plakat kepada Dubes Thailand



2 Comments:

At June 24, 2014 , OpenID kutukamus said...

Sebuah klub sepakbola, dan ada mueumnya? Wah..wah..! Sampai kostum dari masa ke masanya pun ada pula.
Selamat bertugas. Salam. :D

 
At November 28, 2016 , Blogger Liu Liu said...

Baltimore Ravens head coach Nike Air Max 90 John Harbaugh nfl jerseys store was once accused of not knowing NFL rules. Not louboutin outlet sure we can argue that after Sunday’s victory — Nike Air Max 2015 Shoes and how christian louboutin uk the Ravens won — wholesale nfl jerseys over the Cincinnati Bengals.

The Ravens led 19-12 over the Bengals and with NFL Jerseys 11 seconds left on fourth down from their own 23-yard line. Harbaugh, the christian louboutin shoes former special-teams coordinator, wanted Nike Free Run to make sure Nike Roshe Run there would not be a blocked punt or a long punt return by the cheap nfl jerseys Bengals — and he took advantage of a rule to prevent that from happening.

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home