Friday, February 09, 2007

Upaya Pelestarian Gamelan di Argentina


Dalam beberapa bulan terakhir ini Dharma Wanita Persatuan KBRI Buenos Aires diberi kesempatan oleh Ibu Kuasa USaha Ad Interim lewat bidang Pensosbud untuk memainkan alat musik tradisional Jawa yang bernama Gamelan. Persoalannya ialah karena tidak ada pelatih Indonesia yang menguasai seluruh alat musik tersebut, mengingat guru gamelan sebelumnya Bapak Sukipno telah pensiun dan kembali ke Indonesia serta Bapak Udjo Nan Bahagia, yang juga ahli dalam permainan musik angklung telah wafat. Di luar dugaan ada seorang warga negara Argentina, Ana Maria Locatelli yang menguasai musik gamelan dan bersedia membantu secara sukarela. Beliau mempunyai pengalaman sebagai dosen musik dari Universidad Catolica de Argentina (UCA).

Atas upaya para pimpinan sebelum ini, KBRI Buenos Aires memiliki dua perangkat gamelan dari Yogyakarta. Pada masa Duta Besar Ahmad Suryadi (1999-2002) seperangkat gamelan ditaruh di KBRI dan seperangkat lainnya dipinjamkan kepada UCA. Walaupun pesertanya sedikit gamelan secara perlan-lahan dikenal di Buenos Aires. Setiap tahun diadakan pagelaran seni musik Gamelan di UCA yang menampilkan dua kelompok. Pertama kelompok yang terdiri dari para mahasiswa UCA dan kedua kelompok dari KBRI yang terdiri dari ibu-ibu Dharma Wanita serta masyarakat yang berminat untuk berpartisipasi. Para penonton yang sebagian besar masyarakat setempat kagum dengan suara gending yang dapat memiliki gaung dalam ruang teater tertutup. Ternyata mahasiswa yang menekuni musik gamelan tidak menentu dan sementara ini karena dosen musik gamelan sudah memasuki usia pensiun, maka UCA mengembalikan gamelan tersebut ke KBRI agar tetap terawat.

Selama periode Duta Besar Max Pangemanan (Nopember 2002- Desember 2005) Dharma Wanita Persatuan (terdiri dari Mufti Abdul Latif, Rochati Soejitno, Katrin Jatmiko dan Dewi Daryana) tampil bersama KBRI dibawah koordinasi Bapak Yohannes Jatmiko (Sekretaris II fungsi Pensosbud) berikut Sdr. Daryana serta Sdri. Nurhayati Sukipno (pegawai setempat). Berbagai pengalaman telah dicapai selain tampil di universitas, kelompok ini sempat tampil di beberapa propinsi dan televisi setempat.

Dengan adanya Promosi Terpadu yang dijadwalkan tanggal 27 – 31 Juli 2006 maka para ibu DWP dan KBRI di tantang untuk tampil memperkenalkan Gamelan kepada pengunjung. Sejak bulan April dan seterusnya setiap hari Kamis sore secara teratur diadakan latihan dibawah bimbingan Sra. Ana Maria Locatelli, mantan dosen dari UCA . Para pemain gamelan sekarang terdiri dari Erna Herlina, Sekretaris III fungsi Pensosbud KBRI dan Rudy Henryadi, pegawai setempat bidang Pensosbud, ibu-ibu anggota DWP yaitu Wati F. Yudi, Ida Syaiful, Desih Krisnamurti, Parti, Nindarsari Utomo dan simpatisan KBRI Monica Carlos serta para mahasiswa. Diantara mahasiswa terdapat mahasiswi Indonesia, Adinda Indriaputri, yang sedang cuti karena menengok orangtuanya di Buenos Aires; Amy Alexander, mahasiswi Amerika Serikat yang sedang mempelajari bahasa dan budaya Argentina namun mencintai gamelan Jawa karena didikan orangtuanya di Amerika Serikat, dan Sherlya Diego Yofte, warga negara Indonesia yang menikah dengan seorang insinyur Argentina. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pelestarian gamelan dapat terwujud kalau diantara orang Indonesia dan orang setempat dapat saling menunjang.