Sunday, December 25, 2011

Bazar Navideño 2011

Mas grande, mas variedad y mucho mas completa....un exito total! (lebih besar, lebih banyak variasi dan lebih lengkap....sebuah kesuksesan besar!)

Setidaknya itulah yang dirasakan semua pendukung acara Bazaar Navideño yang diselenggarakan di Wisma Duta pada tanggal 13 Desember 2011 yang lalu. Selain menyebar undangan dan pamflet yang bergambar produk-produk yang akan dijual, strategi jitu untuk menarik minat pengunjung adalah dengan menerbitkan kupon untuk ditukar dengan souvenir dengan gratis.

Bazaar Navideño diadakan rutin setiap tahun di bulan November atau Desember. Selain menjual barang-barang kerajinan, produk kecantikan dan asesoris juga menjual produk Indonesia lainnya seperti tas, kain, sprei dan baju yang kesemuanya dari bahan batik. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya kami memiliki rekan dagang yang senantiasa turut meramaikan bursa bazaar yaitu Gabriela dan Barbara Mintz. Keduanya adalah pengusaha yang menjual produk-produk Indonesia. Konsep yang diusung hampir sama dengan tahun lalu yaitu dengan membuat mini café yang menawarkan berbagai macam jajanan pasar seperti lapis legit, lapis surabaya, dadar gulung, risoles dan lemper. Sedangkan makanan khas nya berupa nasi goreng dan nasi kuning. Tidak lupa untuk menyegarkan siang hari itu kami juga menawarkan minuman segar es sarang burung. Harganya juga sengaja tidak mahal dan malah sangat murah, membuat seluruh stok panganan habis terjual. Hal yang istimewa dari bazaar ini adalah kami juga mempromosikan baju koleksi perancang muda Indonesia, Oscar Lawalata.

Pengurus DWP sempat diberikan ‘tantangan’ oleh Ibu Kartini Nurmala Sjahrir, Duta Besar sekaligus Penasihat DWP KBRI, untuk mengadakan bazaar yang lebih baik, lebih besar dan lebih banyak pengunjung daripada tahun sebelumnya. Benar saja, dari jumlah variasi produk, jumlah jajanan pasar yang dijual, jumlah pengunjung serta hasil penjualan barang, bazaar tahun ini mengalami peningkatan hampir tiga kali lipat dibanding tahun 2010. Tampaknya kegigihan para pengurus DWP dalam mempromosikan dan menarik minat pengunjung membuahkan hasil yang diluar dugaan....exito total ! Para pengunjung terlihat sangat senang dengan variasi dagangan yang dijual, terlebih dengan harga yang murah, dan dengan antusias meminta diundang lagi jika kami mengadakan acara serupa tahun berikutnya. Bazaar yang dibuka sejak pukul sebelas pagi akhirnya ditutup pada pukul delapan malam. Meskipun letih namun terbayar dengan rasa bahagia karena bazaar kali ini telah terseleggara dengan sukses. (-MY-)






















































































































































































Indonesian Fashion in a Glance

Pada bulan November ini, KBRI Buenos Aires mendapatkan suatu kehormatan dengan hadirnya perancang muda Indonesia ternama yang sangat berbakat, Oscar Lawalata. Tentu saja KBRI Buenos Aires tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut untuk memperkenalkan fashion dari Indonesia kepada khalayak Buenos Aires. Tujuannya adalah agar masyarakat Buenos Aires mengetahui bahwa selain Bali dan Borobudur, Indonesia juga terkenal dan telah mengalami kemajuan pesat dalam industri fashionnya.

Pagi yang cerah, tanggal 18 November 2011, sekitar pukul 10.30 pagi, Wisma Duta dipenuhi oleh para undangan dari beberapa perwakilan diplomatik, kolega bisnis dan pekerja fashion Buenos Aires. Acara yang diprakarsai oleh Ibu Duta Besar Kartini Nurmala Sjahrir, yang juga Penasihat DWP KBRI, dikemas dalam suatu Coffee Morning yang bertajuk ‘Indonesian Fashion in a Glance’. Adapaun acara Coffe Morning kali ini diisi dengan peragaan busana dari designer Oscar Lawalata. Walaupun telah mengalami kemajuan yang pesat dalam industri fashion, para pekerja fashion di Indonesia tetap menjunjung tinggi nilai adat ketimuran dan tidak pernah melupakan warisan budayanya. Hal ini sebagaimana terlihat dalam busana-busana Oscar Lawalata Culture yang sebagian besar terbuat dari kain tradisional khas Indonesia yang sedemikian rupa di’sulap’ menjadi busana ready to wear dan sophisticated. Dalam kesempatan pagi hari tersebut, Oscar Lawalata menghadirkan sekitar 20-an buah koleksi adibusananya yang terbuat dari batik dan kain tenun yang dibawakan dengan cantik dan anggun oleh enam orang peragawati asal Argentina.

Peragaan busana yang berlangsung selama 30 menit tersebut berlangsung meriah dan para tamu terlihat menikmati karya Oscar Lawalata yang sebagian besar berwarna cerah tersebut. Setelah selesai peragaan busana oleh para peragawati, Ibu Duta Besar yang pada kesempatan tersebut sedang mengenakan busana rancangan Oscar Lawalata tidak mau ketinggalan untuk ikut berjalan layaknya peragawati mengelilingi tamu yang masih dalam keadaan duduk, hal ini tentu saja mengundang tepuk tangan meriah dari para tamu dan para peragawati yang melihat.

Di penghujung peragaan busana, para tamu undangan dipersilahkan untuk melihat secara dekat busana-busana yang sebelumnya dibawakan oleh para peragawati. Akhirnya, acara Coffee Morning berakhir sudah, dan para tamu dipersilahkan untuk menikmati hidangan khas Indonesia yang telah disiapkan oleh ibu-ibu DWP, diantaranya yaitu bubur ayam komplit, selada, lemper, combro, misro, aneka buah dan aneka minuman. Sungguh suatu kebanggaan tersendiri bahwa karya salah seorang putra bangsa mendapat apresiasi yang cukup tinggi di luar negeri, hal ini tentu saja mengukuhkan kembali bahwa batik merupakan salah satu warisan budaya milik Indonesia. (-FYF-)