Sunday, July 29, 2007

Sup Buntut

Sup Buntut

1_6Bahan :
1 kg buntut sapi
1/2 sdm jahe cincang
1/2 buah pala, memarkan
1 batang daun bawang, potong 2-3
1 sdm mentega/margarin untuk menumis
200 grm wortel potong ukuran 3 cm
200 gram kentang belah menurut selera
2 ltr air untuk merebus
garam menurut selera

Untuk Taburan :
bawang goreng
Daun bawang iris
seledri iris halus
emping Goreng

Bumbu dihaluskan :
5 bh bawang merah
3 bh bawang putih
1 sdt merica bulat

Cara Membuat :

  • Masukan buntut sapi lalu di rebus, hampir mendidih dan buih nya terapung diatas angkat lalu buang airnya (kalau tidak di buang airnya banyak kotoran, dan suka berbau anyir)
  • Masukan lagi air yang baru sampai terendam, masukan jahe, pala, daun bawang dan rebus dengan panci tertutup/kalau ada panci presto lebih baik rebus sampai empuk.
  • Tumis bumbu halus dengan margarin, sampai harum dan matang, masukan ke dalam kaldu, masukan kentang, wortel dan rebus sampai matang.
  • Hidangkan panas-panas dengan taburan, bawang goreng, daun bawang, seledri dan emping goreng.

Thursday, July 26, 2007

Ancaman kesehatan yang justru tidak kita sadari berasal dari kertas tisu.


Kita kerap menggunakannya untuk mengambil atau membungkus makanan, misalnya gorengan, untuk menghindari tangan kotor atau menyerap minyak yang berlebihan pada penganan tersebut. Padahal, zat kimia yang terkandung dalam kertas tisu, kata Sapto Nugroho Hadi, dari Departemen Biokimia IPB, dapat bermigrasi ke makanan. Zat ini disebut pemutih klor yang memang ditambahkan dalam pembuatan kertas tisu agar terlihat lebih putih dan bersih. Zat ini bersifat karsinogenik (pemicu kanker).

Hal yang sama juga terjadi pada kertas-kertas lain, entah kertas koran atau majalah, yang sering dipakai untuk membungkus makanan. Kertas-kertas ini mengandung timbal (Pb) yang bisa berpindah ke makanan karena panas makanan. Timbal yang masuk ke tubuh akan meracuni tubuh dan menyebabkan beragam gangguan, dari kondisi pucat sampai lumpuh.

Jadi, lebih baik gunakan wadah lain, piring beling atau plastik yang memang khusus digunakan untuk makanan, bila hendak membungkus atau membawa makanan. *

Empal Daging


BAHAN:
500 gr daging sapi has dalam
2 lbr daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
50 gr gula merah, sisir
200 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa
Minyak goreng

BUMBU HALUS:
5 bh bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
½ sdt merica

CARA MEMBUAT:
  • Rebus Daging sampe setengah empuk.
  • Potong daging mengikuti serat setebal 1 cm. memarkan agar pipih. Masukkan lagi ke panci beserta bumbu yang sudah di haluskan.
  • Tambahkan santan, rebus lagi sambil daging dibolak-balik hingga santan terserap.
  • Goreng empal dalam minyak panas sampai kecokelatan.

Sunday, July 22, 2007

Pertemuan dan Perpisahan Juli 2007

Seperti biasanya sebulan sekali kita selalu mengadakan Pertemuan dan Arisan untuk mendekatkan tali silaturahmi di antara pengurus dan anggota dan juga sebagai ajang untuk berkumpulnya ibu-ibu warga Indonesia yang berada di Buenos Aires.

Meskipun kami mempunyai pengurus yang tinggal 3 orang saja, tapi tidak membuat kami patah semangat untuk mengumpulkan ibu-ibu untuk datang pada Arisan bulanan ini.

Tentunya ada yang datang dan ada yang pergi itulah yang selalu datang dan selalu harus kita lalui dalam kehidupan ini, rasa persaudaraan yang kita jalin dengan baik membuat kita seakan mendapatkan saudara baru, bahkan lebih dari itu.

Pertemuan kali ini kita memperpisahkan sdri Gracia putri dari Ibu Herawaty Manurung yang akan meninggalkan Buenos Aires, karna harus melanjutkan kuliah di jakarta dan juga perkenalan dengan Ny. Lydiana dan suaminya Felix, yang baru berada di Buenos Aires sekitar 3 bulan yang lalu.

Kami dari pengurus mengucapkan selamat jalan untuk Sdri Gracia Manurung, semoga apa yang di cita-citakan dapat menjadi kenyataan sesuai dengan apa yang diharapkan dan juga kami mengucapkan terimakasih atas segala bantuannya selama ini kepada DWP Buenos Aires.

Juga selamat datang kepada Ny. Lydiana Felix semoga betah tinggal di Buenos Aires, dan kami sangat senang dengan partisipasi ibu dalam pertemuan ini, dan semoga kita bisa menjalin tali silaturahmi yang baik.

Pertemuan kali ini cukup banyak yang datang, dan hidangan makan siang yang sudah tersedia hasil sumbangan dari ibu-ibu dan bapak-bapak cukup mengundang selera, rasa keakraban diantara kami seakan menjadi moment yang selalu di tunggu-tunggu, tak lupa pula pengumuman dan Ucapan kartu Ulang Tahun untuk bapak-bapak dan ibu-ibu yang sedang berulang tahun diantaranya Bpk Alamsyah, Bpk Yudi Tetra Mulya, Bpk Krisnomurti dan Ny. Veronica. Semoga panjang umur dan selalu ada dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Amiin.

Pertemua di ahiri dengan pengocokan Arisan dan pengumuman pertandingan Olahraga dalam rangka HUT RI ke 62.

Sampai bertemu lagi pada Arisan bulan Agustus.

Pameran Internasional di Asuncion Paraguay 2007



Pameran Internasional di Asuncion, Peluncuran Perangko Makin Dekatkan Hubungan Bilateral Paraguay - Indonesia

Sebanyak 29 perusahaan Indonesia berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam Pameran Internasional Peternakan, Industri, Pertanian, Perdagangan, dan Jasa ke-26 yang berlangsung di kota Asuncion, Paraguay(7-22 Juli 2007).

Ikut sertanya Indonesia dalam pameran "XXVI Espoferia Internacional de Ganaderia, Industria, Agricultura, Comercio y Servicios 2007" itu dibuka secara resmi dengan pengguntingan pita oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa (Amerop) Deplu RI Eddi Hariyadhi pada tanggal 9 Juli 2007, didampingi oleh Duta Besar RI untuk Argentina, Paraguay, Uruguay Sunten Z. Manurung, dan Wakil Menteri Luar Negeri Paraguay Urusan Politik Federico Gonzales Franco.

Hadirnya paviliun Indonesia telah mengundang perhatian luas dari masyarakat Paraguay. Meskipun cuaca tidak bersahabat, paviliun Indonesia selalu ramai dipadati oleh pengunjung. Sejumlah wartawan media massa terkemuka di Paraguay, seperti Ultima Hora, ABC Color, La Nacion bergantian mewawancarai Dirjen Amerop Deplu, Dubes RI, dan Gubernur NAD.

Pameran Internasional ke-26 Paraguay ini dihadiri oleh paling tidak 1,8 juta pengunjung.

Turut hadir dalam acara pembukaan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) RI Irwandi Yusuf, disertai oleh pejabat tinggi setempat Ceferino Valdez (Dirjen Politik Bilateral Kemlu Paraguay) dan Atilio Vieira Ruiz Diaz (Dirjen Pos Paraguay).

Niat baik kedua negara untuk saling mendekatkan hubungan bilateral semakin terlihat dengan peluncuran perangko Republik Paraguay bertema "25 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Paraguay".

Pemerintah Daerah NAD menampilkan tim keseniannya sebagai pagar ayu di paviliun Indonesia, selain tampil dalam pentas budaya internasional yang juga diselenggarakan selama pameran. Selain itu delegasi NAD juga menyempatkan bertemu dengan wakil dari salah satu penduduk asli Paraguay, yaitu suku Ache. Hal itu didorong oleh adanya kemiripan faktor-faktor seperti fisik dan budaya antara etnis Aceh dan etnis Ache.

Rangkaian kegiatan di atas merupakan hasil kerjasama KBRI Buenos Aires, Deplu RI, dan Pemda NAD sebagai bagian dari Promosi Terpadu Indonesia di kawasan Amerika Selatan selama tahun 2007.

Promosi Terpadu diselenggarakan khususnya untuk menjajaki dan membuka peluang pasar bagi produk-produk Indonesia. Diharapkan kegiatan tersebut dapat membuka mata masyarakat Amerika Latin mengenai potensi ekonomi, wisata, dan budaya yang dimiliki Indonesia. [*/KBRI Buenos Aires]

Tuesday, July 17, 2007

JADWAL PERTANDINGAN OLAHRAGA HUT RI KE 62

JADWAL

PERTANDINGAN OLAH RAGA

HUT RI KE-62, TAHUN 2007 - KBRI BUENOS AIRES

No : 001/PANHUT RI-BA/VII/07


Dalam rangka HUT RI ke-62 tahun 2007, bersama ini diinformasikan bahwa KBRI Buenos Aires merencanakan akan mengadakan beberapa kegiatan pertandingan Olah Raga Tujuh-Belasan yang diperuntukan untuk seluruh staf KBRI + Keluarga dan WNI yang berada di Argentina.

Sehubungan hal tersebut, diharapkan bagi yang berminat dapat segera mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan tersebut.

Pendaftaran ( telp 4807 2211/2956/3324 kontak : Bpk Yudi TM dan Bpk Alamsyah)

Bersama ini disampaikan tentative Jadwal Pertandingan tersebut.

Demikian dan terima kasih .-

No.

CABANG

HARI

TANGGAL

JAM

TEMPAT







1.

Bowling

Kamis

19 -07- 07

16.00 – selesai

Cabildo 450

Telp. 775-8279

2.

Tenis Meja

Sabtu

21 -07- 07

10.00 – 14.00

KBRI

3.

Gaple

Sabtu

21 -07- 07

14.30 – Selesai

KBRI

4.

Bulu Tangkis

Minggu

05 -08- 04

09.30 – 17.00

Echeveria 1050,

Tel : 4782-2752

Buenos Aires, 16 Juli 2007

Panitia HUT RI ke-62/2007-KBRI Buenos Aires


( A l a m s y a h )

K e t u a

Promosi Terpadu di Tengah Suhu Dingin

Promosi Terpadu di Tengah Suhu Dingin

foto-foto:SP/Sotyati

Tari Rapa'i Geleng yang dibawakan delapan penari pria dari Sanggar Cut Nyak Dhien Nanggroe Aceh Darussalam mendapat sambutan hangat ketika tampil di International Expo 2007 di Asuncion, Paraguay, Selasa (10/7).

Suhu udara menunjukkan kisaran angka lima hingga delapan derajat celsius di Asuncion, ibu kota Paraguay, Selasa (10/7) siang. Sangat dingin bagi orang-orang yang berasal dari belahan dunia tropis sebagaimana dilaporkan wartawan SP, Sotyati. Itulah yang dirasakan para penari Sanggar Cut Nyak Dhien dari Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam saat itu. Namun, tak ada kata mundur. Siang itu mereka harus tampil di panggung pertunjukan di ajang International Expo 2007, acara tahunan terbesar di Paraguay.

Udara dingin membuat kaki dan tangan terasa kebas. Maklum, mereka sudah melepas sepatu. Mereka akan menyajikan dua tarian tanpa jeda, Rampo dan Rapa'i Geleng, tari tradisional yang dibawakan dengan kaki telanjang, secara maraton,

Di ruang ganti yang sangat sempit, sambil menunggu panggung yang basah sisa hujan malam sebelumnya dibersihkan, para penari mencoba terus bergerak, mengusir hawa dingin. Sebagian melompat-lompat, ada yang bertepuk tangan, ada pula yang bergoyang mengikuti irama lagu yang diputar untuk mengisi waktu.

Penonton, kebanyakan anak usia sekolah dasar sampai sekolah lanjutan, yang mulai memenuhi area panggung pertunjukan, menampakkan wajah penasaran. Busana tari tradisional Aceh yang mencolok memang mengundang perhatian pengunjung expo. Melihat antusiasme penonton, Erna Herlina, Sekretaris III Pensosbud pada Kedutaan Besar RI di Buenos Aires, Argentina, dan stafnya, Rudi Henryadi, langsung mengambil inisiatif untuk tidak menunggu pemandu acara resmi dari panitia expo. Rudi yang fasih berbahasa Spanyol naik ke podium, memandu acara.

Sambutan hangat seusai penari menyelesaikan tari Rampo yang menggambarkan kehidupan nelayan seperti mampu mengusir udara dingin. Gerakan akhir penari perempuan yang membentuk konfigurasi jala dari tali mengundang tepuk tangan panjang. Keterpanaan berlanjut ketika para penari pria langsung menggebrak dengan menampilkan tari Rapa'i Geleng yang sangat dinamis, yang dibawakan Taufiq, Dani Agud, Muhammad Noval, Satria Safirza, Novizal, Rachmad Syukran, Windi Syah Putra, dan Phona Putra Batuah.

Tarian itu menuntut kekompakan. Gerakan utama terletak pada gerakan gelengan kepala dan gerakan menabuh rapa'i. Salah gerak, bisa berbenturan, seperti dialami Novizal dan Satria Safirza dalam pementasan sebelumnya di Argentina, penggal awal Juli.

Sambutan hangat semakin terasa ketika beberapa penonton mulai melangkah ke ruang ganti. Dengan menggunakan bahasa isyarat, mereka meminta berfoto bersama. Walhasil, acara berfoto bersama penonton itu mengambil waktu sama dengan waktu mementaskan dua tarian. Cuaca dingin yang menyadarkan penari untuk segera membungkus badan dengan jaket hangat, memakai sepatu, dan beristirahat di Pavilion Indonesia.

Hal yang tak terduga terjadi. Beberapa gadis Asuncion ternyata mengejar penari hingga ke Pavilion Indonesia. Mereka meminta berfoto bersama, meminta tanda tangan. Seorang gadis cantik bahkan meminta cium pipi Muhammad Noval, salah satu penari yang sejak awal pementasan rupanya mencuri perhatian para gadis remaja itu.

Penonton naik ke panggung pertunjukan di International Expo 2007 di Asuncion, Paraguay, untuk berfoto dengan para penari tari tradisional Aceh dari Sanggar cut Nyak Dhien yang tergabung dalam acara Promosi Terpadu Indonesia ke Argentina, Paraguay, dan Cile.

Penerbitan Prangko

Pembukaan Pavilion Indonesia di expo internasional itu dilakukan Senin (9/7) waktu setempat. Duta Besar RI untuk Argentina, Paraguay, dan Uruguay Sunten Z Manurung, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Departemen Luar Negeri RI Eddi Hariyadhi, serta Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, sebagai "tuan rumah" pada acara itu, mendapat tamu kehormatan Wakil Menteri Luar Negeri Paraguay Federico Gonzales Franco, yang juga mentan Duta Besar Paraguay di Indonesia brkedudukan di Korea Selatan. Hadir pula Direktur Jenderal Politik Kementerian Luar Negeri Paraguay Ceferino Valdoz.

Pembukaan pavilion juga ditandai dengan penerbitan prangko peringatan 25 tahun hubungan kedua negara, walau hubungan resmi diplomatik selama ini masih ditangani langsung Kedutaan Besar RI di Argentina. Peresmian penerbitan prangko dilakukan oleh Dirjen Postel Paraguay, Atilio Viera Ruiz Diaz.

Expo internasional di Asuncion itu diikuti 19 pengusaha aktif Indonesia dan 10 pengusaha pasif, yang hanya mengirimkan brosur, booklet, dan contoh produk. Sebagian besar peserta pameran akbar dari Indonesia itu adalah pengusaha cenderamata, garmen, dan furnitur. Dirjen Eddi Hariyadhi berharap acara promosi terpadu bidang politik, ekonomi, dan budaya yang menampilkan seni trai tradisional Nanggroe Aceh Darussalam yang dilaksanakan di Argentina, Paraguay, dan Cile itu, bisa membuka pasar baru selain pasar yang selama ini dikenal, yakni Amerika dan Eropa Barat.

Adriana Hermin Mala, Kasubdit I Direktorat Amerika Selatan dan Karibia Departemen Luar Negeri RI, yang termasuk dalam delegasi Promosi Terpadu Indinesia kali ini, mengatakan celah lebar mulai terbuka. Ia mencontohkan, dua pengusaha Paraguay tertarik bekerja sama dengan perusahaan rokok dan perusahaan kopi Indonesia.

Satu-satunya tantangan berat yang dilalui tim promosi itu, terutama oleh peserta expo, adalah suhu udara yang sangat fluktuatif, yang menyurutkan langkah orang mengunjungi pameran akbar itu.



Sumber Suarapembaruan http://www.suarapembaruan.com/last/index.html

Sunday, July 15, 2007

Ayam panggang padang

Ayam_bakar_padang_1
















Bahan:

1 ekor ayam potong menjadi 6 bagian
200 ml santan kental
5 sdm minyak
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
1 batang sereh

Bumbu:
5 buah cabe merah
5 buah bawang merah
4 buah bawang putih
1 cm jahe
2 cm lengkuas

Cara membuat:

  • tumis Bumbu yang sudah di haluskan, masukan sereh, salam dan daun jeruk, aduk aduk sampai matang.
  • Masukan Ayam aduk aduk biarkan bumbu meresap, lalu masukan santan.
  • Setelah Ayam matang dan kuah mengental angkat. Panggang ayam di Oven, dan oleskan sisa bumbunya.setelah matang hidangkan dengan nasi panas

Saturday, July 14, 2007

KEKENTALAN DARAH DALAM TUBUH, MENGAPA TERJADI???



Ada satu pertanyaan yang masuk ke mailbox saya, yaitu "Mengapa harus minum air putih banyak-banyak..? "Well, sebenarnya jawabannya cukup "mengerikan" tetapi karena sebuah pertanyaan jujur harus dijawab dengan jujur, maka topik tersebut bisa dijelaskan sbb:

Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air.

Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%. Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah : Otak dan Darah. !!
Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, Sementara darah memiliki Komponen air 95%.

Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas sehari.

Jumlah di atas harus ditambah bila anda seorang perokok.

Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi . Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari...?

Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya...?
Dengan jalan "menyedot" air dari komponen tubuh sendiri.Dari otak...?

Belum sampai segitunya (wihh...bayangkan otak kering gimana jadinya...), melainkan dari sumber terdekat : Darah. !!

Darah yang disedot airnya akan menjadi kental. Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang yang encer.

Saat melewati ginjal (tempat menyaring racun dari darah) Ginjal akan bekerja extra keras menyaring darah. Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental bisa
menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal.

Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu saat harus menghabiskan 400.000 rupiah seminggu untuk cuci darah

Eh, tadi saya sudah bicara tentang otak ' kan ...?

Nah saat darah kental mengalir lewat otak, perjalanannya agak terhambat. Otak tidak lagi "encer", dan karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen,

Lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya..(ya wajarlah namanya juga kurang makan...) Bila ini ditambah dengan penyakit jantung (yang juga kerjanya tambah berat bila darah mengental...),maka serangan stroke bisa lebih lekas datang Sekarang tinggal anda pilih: melakukan "investasi " dengan minum sedikitnya 8 gelas sehari- atau- "membayar bunga" lewat sakit ginjal atau stroke.

Anda yang pilih...!


Sumber Warkatintha

Monday, July 09, 2007

Turunnya Salju Di Buenos Aires

Kejutan datang dengan jatuhnya salju di Buenos Aires, Capital Argentina pada hari Senin, 9 Juli 2007, bertepatan dengan peringatan hari Kemerdekaan Argentina yang ke-191. Kejadian ini termasuk ganjil karena terakhir kali Buenos Aires diselimuti salju sekitar 80 tahun yang lalu.

Hawa dingin yang menyerang Argentina sejak hari ini, menyebabkan datangnya salju di berbagai daerah di negara ini, pada akhirnya menimbulkan fenomena langka di Buenos Aires.

Di jalan-jalan Capital dan sekitarnya, banyak orang terutama anak-anak yang keluar dari kediamannya menikmati salju yang turun, sementara siaran televisi lokal menyiarkan penduduk yang bertemu secara spontan di antara kelebatan salju di taman-taman kota untuk merayakan kejadian ini.

Menurut Servicio Meteorologico Nacional, suhu sepanjang hari di Buenos Aires adalah 1°C. Terakhir kali turunnya salju di Capital pada tahun 1928, berarti hampir 80 tahun yang lalu. Diprediksi untuk hari-hari selanjutnya, suhu rendah ini akan terus berlangsung di sebagian besar daerah-daerah di seluruh Argentina.


Reuters, Buenos Aires, 9 Juli 2007 (Femina Affandi-Baudot)

Saturday, July 07, 2007

Sanggar Tari Cut Nyak Dien dari Aceh Memukau Publik Argentina


Tujuh tarian indah nan dinamis yang dipentaskan oleh sanggar tari Cut Nyak Dien dari Banda Aceh telah memukau tidak kurang dari 300 undangan yang menghadiri pentas budaya bertajuk “Indonesia, Unidaded en la Diversidad: Show Cultural de Aceh” pada tanggal 3 Juli 2007 di kota La Plata, Argentina. Diantara para undangan yang tampak hadir terdapat pejabat Pemda La Plata, para pengusaha, kalangan universitas, dan masyarakat luas.

Sanggar tari Cut Nyak Dien tampil di La Plata berdasarkan undangan langsung dari KBRI Buenos Aires yang bekerja sama dengan Direktorat Amerika Selatan dan Karibia Deplu serta Pemda Nangroe Aceh Darussalam. Acara ini terselenggara untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada publik Argentina. Selain pertunjukan tari, para undangan juga disuguhi presentasi VCD tentang pariwisata Indonesia yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Spanyol.

Dalam penyelenggaraan pentas ini, KBRI Buenos Aires telah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Gran Buenos Aires terutama dalam penyediaan berbagai fasilitas yang diperlukan untuk pementasan. Pemberitaan melalui berbagai media juga telah dilakukan, diantaranya pada program televisi Fusioncrear dan di harian Diario Hoy.

Masyarakat kota La Plata, yang merupakan ibukota provinsi Buenos Aires, dikenal mempunyai penghargaan yang tinggi terhadap kesenian menyambut meriah penampilan para penari. Bahkan, pada akhir acara penonton memberikan standing ovation. (Sumber: KBRI Buenos Aires )


Baca juga di

Suara Pembaruan tgl 7/7/2007 (Hiburan)

Rapa'i Geleng Memukau Publik Buenos Aires

http://www.suarapembaruan.com/News/2007/07/07/index.html


Waspada Online

Sanggar Cut Nyak Dhien
Pukau Warga Buenos Aires

http://www.waspada.co.id/berita/aceh/artikel.php?article_id=94738


Monday, July 02, 2007

Gallery Foto bln juli 2007

Foto-foto kegiatan pada bulan Juli 2007

klik gambar untuk melihat foto dalam ukuran besar


Mengunjungi rumah Ny. Femina dan praktek membuat kue Klepon







Pertandingan Bulutangkis dalam rangka HUT RI ke 62







Pertandingan Gaple dalam rangka HUT RI ke 62 (21/7)







Pertandingan Tenis Meja dalam rangka HUT RI ke 62 (21/7)







Pertandingan Bowling dalam Rangka HUT RI ke 62 (19/7)







Pertemuan dan Arisan (19/7)








Pameran yang diadakan di Asuncion Paraguay dan tarian dari Sanggar Cut Nyak Dhien








Pentas tari dari sanggar Cut Nyak Dhien, menghibur warga Buenos Aires dan Asuncion Paraguay














Menerima kedatangan tamu Gubernur Nangroe Aceh Darussalam Bpk Irwandi Yusuf beserta istri, Bpk Dirjen Amerop Deplu Bpk Eddi Hariyadhi, dan rombongan Sanggar Cut Nyak Dhien.















Resep Nasi Ketan kuning


Bahan :
500 gr beras ketan, rendam paling sedikit 2 jam, tiriskan.
1 sdm kunyit parut atau 1/2 sdt kunyit bubuk.
1/2 sdm garam
.
1 sdt air jeruk nipis untuk memperindah warna kuning kunyit.
2 lbr daun pandan, sobek-sobek ikat
.


Cara membuat :
  • Kukus ketan hingga setengah matang selama 15 menit, pindahkan ke panci lain.
  • Larutkan kunyit parut dengan santan, saring, lalu didihkan bersama garam dan daun pandan.
  • Tuangkan santan mendidih pada ketan, jerangkan di atas api sambil sebentar-sebentar di aduk hingga santan terserap habis.
  • Masukan perasan air jeruk, aduk rata, kukus hingga matang.